Laman

Senin, 12 Maret 2012

Peran Penting Manajemen Bagi Kehidupan

Peran Penting Manajemen Bagi Kehidupan
Pengertian Manajemen
            Manajemen merupakan kemampuan individu maupun kelompok dalam menggunakan atau mengelola berbagai bentuk kekuasaan guna mempengaruhi tingkah laku para pengikut dengan cara-cara tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Agar tujuan kita dapat tercapai dengan baik manajemen haruslah terkoordinasi dengan baik. Manajemen banyak berperan antara lain sebagai Interpersonal, Informal, dan Pengambilan keputusan.
            Manajernen merupakan sarana untuk mencapai tujuan organisasi dengan memasn­faatkan alat yang tersedia semaksimum mungkin. Manajemen berperan penting dalam kehidupan sehari-hari, untuk nenentukan suatu keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan yang telah diterapkan. Manajemen juga memiliki peran penting dalam membuat keputusan yang ditentukan sendiri maupun dengan orang lain.
Ada 6 macam teori manajamen diantaranya:
  • Aliran klasik: Aliran klasik mendefinisikan manajemen sesuai dengan fungsi-fungsi manajemennya. Perhatian dan kemampuan manajemen dibutuhkan pada penerapan fungsi-fungsi tersebut.
  • Aliran perilaku: Aliran perilaku sering disebut juga aliran manajemen hubungan manusia. Aliran ini memusatkan kajiannya pada aspek manusia dan perlunya manajemen memahami manusia.
  • Aliran manajemen Ilmiah: aliran manajemen ilmiah menggunakan matematika dan ilmu statistika untuk mengembangkan teorinya. Menurut aliran ini, pendekatan kuantitatif merupakan sarana utama dan sangat berguna untuk menjelaskan masalah manajemen.
  • Aliran analisis sistem: Aliran analis sistem memfokuskan pemikiran pada masalah yang berhubungan dengan bidang lain untuk mengembangkan teorinya.
  • Aliran manajemen berdasarkan hasil: Aliran manajemen berdasarkan hasil diperkenalkan pertama kali oleh Peter Drucker pada awal 1950-an. Aliran ini memfokuskan pada pemikiran hasil-hasil yang dicapai bukannya pada interaksi kegiatan karyawan.
  • Aliran manajemen mutu: Aliran manajemen mutu memfokuskan pemikiran pada usaha-usaha untuk mencapai kepuasan pelanggan atau konsumen.
Peranan Manajer
            Terdapat 3 Peran Manajer antara lain:
  1. Antar pribadi ( hubungan interpersonal )
  2. Pemberian informasi kepada pihak yang berkepentingan mengenai policy perusahaan ( Informational Role.
  3. Cara manajer mengimplementasikan suatu keputusan perusahaan di dalam kegiatan perusahaan ( Decision Role ).
            Semakin ke atas seseorang dalam kedudukannya pada posisi organisasi maka semakin besar kewenangannya dalam mengambil keputusan.



Prinsip Manajemen
          Prinsip-prinsip dalam  manajemen bersifat lentur dalam arti bahwa perlu dipertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi yang berubah.


Fungsi Manajemen
            Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.
            Menurut Henry Fayol, seorang pencetus teori manajemen yang berasal dari Perancis, prinsip-prinsip umum manajemen ini terdiri dari:
  1. Pembagian kerja (Division of work)
  2. Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility)
  3. Disiplin (Discipline)
  4. Kesatuan perintah (Unity of command)
  5. Kesatuan pengarahan (Unity of direction)
  6. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri
  7. Penggajian pegawai
  8. Pemusatan (Centralization)
  9. Hirarki (tingkatan)
  10. Ketertiban (Order)
  11. Keadilan dan kejujuran
  12. Stabilitas kondisi karyawan
  13. Prakarsa (Inisiative)
  14. Semangat kesatuan, semangat korps
                Fungsi manajemen merupakan perincian dari kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer dalarn mengelola perusahaan, di mana secara garis besar fungsi manajemen dibagi menjadi 5 bagian yaitu:
1.      Planning Perencanaan
Planning adalah suatu fungsi pemilihan alternative melalui suatu proses yang rasional untuk mengambil keputusan terhadap objective perusahaan, policy, program maupun prosedur untuk memperbaikinya.
                  Fungsi plannning dalam manajemen merupakan fungsi dasar dari fungsi-fungsi yang          lainnya, menentukan tujuan, arah, strategi, aturan maupun pro­gram yang akan selalu            menjadi bagian penting dari pelaksanaan fungsi.
2.      Organizing ( Pengorganisasian )
Organizing adalah suatu kegiatan dalam menentukan macam kegiatan beserta jumlah kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan maupun penge­lompokan kegiatan-kegiatan beserta orang-orangnya yang sesuai dengan kegiatan­nya disertai adanya perndelegasian wewenang.
3.      Directing
Directing atau pengarahan (= actuating = leading = commanding ) adalah suatu kegiatan yang khususnya ditujukan untuk mengatasi dan mengarahkan bawahan agar mencapai tujuan yang dikehendaki.
4.      Koordinasi
Koordinasi adalah fungsi yang harus dilakukan seorang manajer agar terdapat suatu komunikasi atau kesesuaian dari berbagai kepentingan dan perbedaan kegiatan sehingga bisa tercapai tujuan yang dikehendaki oleh pribadi maupun organisasinya.
5.      Controlling (Pengawasan)
Fungsi pengawasan adalah fungsi terakhir yang akan dilakukan manajer guna melengkapi fungsi yang sudah dilakukan lebih dahulu.


Organisasi
Pengertian Organisasi
            Organisasi merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan perusahaan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan seorang pimpinan dengan organisasi yang tercipta di perusahaan yang bersangkutan. Jadi keberhasilan perusahaan tergantung pada organisasi terutama struktur organisasi yang dianut.
            Organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan yang di inginkan.
Pola Organisasi
            Pola organisasi dibagi menjadi dua bagian yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pada umumnya setiap organisasi formal biasanya mengandung kedua unsur pola tersebut di mana organisasi formalnya yang dijadikan pedoman tegas dalam dalam struktur organisasinya. Sedangkan organisasi informal akan dengan sendirinya muncul karena kebutuhan karyawan untuk bermasyarakat atau bersosialisasi dengan dan berhubungan dengan karyawan yang lain.
1.      Organisasi Formal
Organisasi formal adalah organisasi yang dibentuk secara sadar dan memiliki tujuan tertentu yang disadari pula dengan menggunakan sistem tugas, hubungan wewenang,tanggung jawab maupun pertanggungjawaban dirancang oleh manajer agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang telah disepakati bersama.
Sebuah organisasi formal memiliki struktur yang terumuskan dengan baik. Struktur dalam menyusun bagan struktur organisasi perlu diperhatikan beberapa hal yaitu wewenang, tanggung jawab, koordinasi serta pendelegasian wewenang. Organisasi-organisasi informal, dapat dialihkan wujudnya menjadi organisasi-organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan-kegiatannya terumuskan dan terstruktur. Dan organisasi-organisasi formal dapat menjadi organisasi informal apabila hubungan-hubungan yang dirumuskan dan terstruktur tidak dilaksanakan. Selanjutnya, diganti dengan hubungan-hubungan baru tidak terspesifikasi dan tidak dikendalikan.
2.      Organisasi informal
Organisasi informal pada struktur oragnisasi tidak akan terlihat akan tetapi selalu mengikuti keberadaan organisasi formal. Organisasi informal ini keberadaannya tidak direncanakan tetapi terjadi secara otomatis karena hubungan antar perseorangan pada sesama anggota organisasi formal ( perusahaan ).
Organisasi informal merupakan organisasi yang tercipta karena adanya hubungan antar pribadi yang secara tidak sadar terjadi keberadaannya tanpa didasarkan pada hubungan wewenang formal pada struktur organisasi maupun kesepakatan tujuan ber­sama.
Organisasi informal tumbuh karena berbagai faktor baik ekstern (pendidikan, umur, senioritas, jenis kelamin, latar belakang, etnis dan kepribadian), maupun intern (jabatan, upah, jadwal kerja, mobilitas, dan symbol status). Organisasi informal membentuk klik, status dan peranan, norma dan sanksi serta metode kerja sendiri lain dengan aturan formal.
Organisasi informal dapat bermanfaat bagi pribadi anggota dan organisasi, namun juga dapat membahayakan organisasi.
Peran Penting Manajemen Bagi Kehidupan Individu
            Peran penting manajemen bagi Individu,yaitu karena seseorang atau individu memegang peranan sangat penting dalam menentukan suatu keberhasilan yang mereka dapat. Manajemen juga dapat memberikan jiwa pemimpin bagi seseorang untuk memberi motivasi kepada teman, karyawan maupun bawahan serta dapat mengatasi permasalahan yang timbul dalam kehidupan pribadinya maupun sosialnya..
            Kemampuan manajemen yang telah terasah dapat menimbulkan ide dan kreasi yang kreatif serta inovatif untuk meningkatkan kinerja pada diri seseorang maupun orang lain. Ilmu manajemen membantu seseorang atau individu dalam mencari solusi yang terbaik dari setiap persoalan yang mereka hadapi.

Peran Penting Manajemen Dalam Organisasi

            Manajemen dalam organisasi publik berperan dalam proses bagaimana kegiatan yang telah dirancang oleh organisasi dapat dilaksanakan secara efektif. Hal tersebut tidak terlepas dari pemimpin atau manajer. Dalam hal ini, manajer berperan mengintegrasikan organisasi dan variabel manusia ke dalam sebuah system sosioteknik yang efektif dan efisien. Sistem sosioteknik merupakan suatu kondisi supaya para pegawai dapat bekerja dengan baik, mematuhi peraturan yang berlaku, pegawai juga membutuhkan sosial dan intelektual/ pengetahuan dalam berorganisasi. Manusia merupakan faktor yang strategis dalam semua kegiatan pada suatu organisasi. Karena manusialah yang mengatur kegiatan manajemen dalam suatu organisasi.

                  http://organisasi.org/
                  http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen

3 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus
  2. Thanks for providing such a great article, it was excellent and very informative.
    as a first time visitor to your blog I am very impressed.
    Economics :)

    BalasHapus